people change. Union doesn’t

Hanya keledai yang bisa terperosok lobang yang sama untuk kedua kalinya, dan kali ini gw jadi keledainya. Hahaha. Some said that people change, apparently Union doesn’t.

Yak, tanggal 1 Januari kemarin gw balik lagi ke Union setelah pengalaman gak mengenakkan terjadi di kunjungan pertama gw. Kali ini balik ke sana demi misi mengantarkan kakak ipar yang penasaran banget sama Red Velvet cake di restoran tersebut. Dia udah bolak-balik sampai lima kali ke Union, tapi gak pernah kebagian. Makanya kali ini datang pas restoran baru buka. Di sini masalah dimulai….

You know what, the receptionist is a bitch. Gak bisa ya sebagai frontliner dari sebuah perusahaan jasa bersikap ramah kepada calon pelanggannya? Kita datang jam 1pm tepat setelah pintu dibuka. Restoran masih kosong melompong tapi.. “Udah reserve belum? Kalo belum reserve tempatnya udah penuh.” Kalimat pertama yang diucapkan oleh si resepsionis. Padahal restoran masih kosong melompong karena kita adalah tamu pertama hari itu.

Akhirnya pacar inisiatif untuk lihat buku reservasi dan menghitung jumlah reservasi untuk jam 1 siang. Total ada 50 orang, padahal kapasitas Union lebih besar dari itu dan tempat dibilang penuh. Setelah disamperin sama pacar gw dan ditembak dengan data resepsionis itu, akhirnya kita dapat meja. Pheeww.

Tapi masalah gak berhenti sampai situ. Begitu duduk (kita pesan untuk 10 seats) kita tak kunjung dikasih menu. Sampai akhirnya seorang waiter bernama Mamet melayani kita. After we placed our orders, we have to wait. Nah during the wait ini, the hell begin.

I tweeted and complained a lot about the receptionist and reservation system. Sampe akhirnya semua buyar setelah dari dapur terdengar suara berisik yang teramat sangat (our table is only about two meters away from the kitchen). Ternyata kitchen staff-nya ada yang mencet-mencet bel memanggil pelayan unpatiently. Ting ting ting ting ting ting ting sampe kuping pengang. Gerah dengan hal ini, pacar gw lagi-lagi turun tangan dan nyamperin ke dapur. Dia udah sebel dengan kelakuan Union.

“Mas, mencet belnya bisa biasa aja gak? Berisik
“Oh di sini emang gitu caranya” *dengan muka sengak-macam-gak-butuh-costumer*
“EH ANJING! GUE BAYAR YA DI SINI!”

HAHAHAHHAHAHAHAH

Akhirnya pacar nyamperin si mbak bitch buat negur si kitchen staff-nya lalu keadaan jadi damai. Sekitar 30 menit kita bisa makan dengan tenang, meskipun our waiter missed one of our orders tapi ya sudahlah.

Kakak ipar gw dapet juga Red Velvet-nya. But he said, “It’s nothing compared with the Red Velvet I had at The Cheesecake Factory in Houston”

[Iya, ternyata Cheese Cake Factory yang di Jakarta itu jiplakan dari toko kue terkenal di Amerika. Denger-denger Djarum Group bakal buka yang asli sih di Grand Indonesia dalam waktu dekat]

Dan menurut gw emang rasanya biasa aja. Yes it’s moist, sweet and light, but that’s it. One of my food writer friends suggested kalo mau makan Red Velvet yang enak juga coba ke Souly Butter Kitchen di Kemang. Tempatnya pun lebih bersahabat.

Setelah itu keadaan kembali hectic lagi but we didn’t care anymore. We’ve got our meals and drinks! Hehehe. Fortunately, Mamet was reeeaaally nice to us. Actually we don’t have any problems with the servants. But it seems that Union is understaffed especially on very hectic weekends.

I wonder do they do morning briefing or something everyday or they just work sesukanya? Kelihatan banget unorganized. Finally we managed to finish our meals in peace. Thanks to Mamet yang baik banget sama kita. *bow*

Anyway, on our way out ada ibu-ibu muda segerombolan yang nampaknya mau arisan juga lagi marah-marah.

“Lah, saya kan udah reserve dari Kamis kemarin. Kok sampai sini nama saya gak ada di daftar?”
“Abis ibu tidak konfirmasi lagi, saya pikir batal”
“HEH MBAK! SIALAN LO YE! YANG NAMANYA RESERVE TUH KALO GUE GAK TELPON BUAT NGEBATALIN NAMA GUE JANGAN DIHAPUS DONG!”

Yak perang lagi. Dan antrian siang itu cukup panjang. Di dalam udah berisik dan berdesakan macam di foodcourt lah pokoknya.

Apparently the management of Union don’t really care about giving a good service to its customers. Kayak gini aja laku, bodo amat. Gitu kali ya mikirnya. Now I’m calling my dearest friends (well, I know you have issues with this restaurant, guys) dan juga kalian semua yang pernah punya pengalaman buruk dengan Union untuk share di kolom komen.

Advertisements

11 comments

  1. Wisnu Darmobroto · · Reply

    Tulis juga di TripAdvisor dong :))..anyway ini terakhir kalinya gw menyentuhkan kaki ke situ..

    1. nuxandy · · Reply

      I will. I hate restaurants with bad service. Yeah, won’t comeback there again. Also will be included on my blacklist along with Potato Head and Poste.

  2. bok gue reserve ya untuk jam 11 siang, mbaknya bilang cuma bisa sampe jam 1 mejanya dipakai. emang gitu ya? ya kali gitu mau diusir pas udah jam 1? (kebetulan pas di sana gue gak lama2, i just wonder what will happen if i wanna stay longer)

  3. Yuliastuti Rahmatri Widianingtyas · · Reply

    mudah2an itu managementnya baca yah, kalo mau take away itu red velvetnya aja mereka belagu banget

  4. Ini yg namanya “Gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga”, hehehe…
    Gue udah beberapa kali ke Union dan karena kebetulan gue punya beberapa teman yg bekerja disitu, gue biasanya reservasi melalui mereka dan selalu dilayani dengan baik. Sekalinya dateng gak info dulu ama temen2 yg kerja disitu, gue disambut oleh resepsionis yg pasang tampang “Gak perlu customer”. Dia cuma bilang “Sudah penuh, mbak.” Abis itu cuek gak nawarin waiting list.
    Gue nanya “Bisa dimasukin Waiting List gak, mbak?” Dan dia cuma berpandangan ama temennya sesama resepsionis dan ngejawab “Udah penuh, mbak. Gak bisa.” Terus ngeloyor pergi.
    OMG, gue ama temen gue langsung bete abis. Pengen nonjok tapi tu resepsionis udah ngeloyor aja gak ada permisi.
    Hellloooooooowwwwww…
    Even Security di Bank aja lebih ramah dibanding para resepsionis di Union, hahaha

  5. thank god gue gak punya masalah sama Union. tapi terkadang mereka suka sok penuh aja, padahal tempat masih kosong. yang paling aman, bilang aja: DI BAR! mereka akan langsung ngasih.

    1. nuxandy · · Reply

      Tapi kalo bersepuluh masa duduk di bar? Heheh. Thanks for dropping a comment.

  6. Waaks, gara2 postingan ini jd makin males ke Union lg. Pertam kalinya temen gw sih yg reserve beti2 juga tu ditanya udah reserve belum? Tapi modal nekat aja (dan lucky) dia lsg dpt meja tapiiii…”Cuma bisa 1 jam yah soalnya abis itu sudah ada yg reserve lg”. Akhirnya kita makan (red velvet juga) sambil gak sante sih (takut diusir *emang ndeso*) tapi skalian nanya, emg dibatesin waktunya gt common ya?? Hahaha atau “yee suka2 gw dong!”. Sejak saat itu blm prnh balik lg kesana.

  7. Songong sudah pasti. Tiga kali ke sana, tiga2nya menyebalkan. Awalnya gw pikir krn rush hour, tapi jam sepi sebelum lunch pun rese dan cuma take away cake lebih di-judesin lagi. And in the blink of an eye, si Mbak Judes manis madu bener sama Om-om bule, duileeee, mental tolol, kaya tu bule bayar lebih mahal aja.

  8. Setuju! Setiap kali ke Union pasti selalu bilang sudah direserved dan sekalinya dapet meja ada limited time dan selalu hampir ga bisa lebih dari 2 jam. How if i buy all foods and drinks on the menu? Tetep diusir gitu selama 2 jam? Orang jadi kepaksa harus selalu reserved! Padahal menurut gue personally the foods are not that worth reserved for kok :) red velvetnya saja lebih enak minilovebites :) Yang dijual hanya lifestyle :p

  9. I hate this place too, I’ve been there with my friend. Just the two of us.
    Terus ada tempat kosong, kita ga boleh duduk, sampe akhirnya debate. dan boleh duduk. dan dibatasi untuk 1 jam. WTF!

    Trus rasa RVC nya bleeeehhh. bisa diabet langsung! NOT SO RECOMMENDED >,<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: